Rekomendasi 3 Tempat Wisata di Jakarta yang Populer

Alamat dan Lokasi TMII

Tempat Wisata di Jakarta – Berikut ini kami informasikan untuk anda yang gemar dalam berlibur. Ya, informasi menarik ini datang dari Ibu Kota, Jakarta. Kami akan merekomendasikan tempat wisata di Jakarta yang bisa anda singgahi. Tentunya tempat wisata ini merupakan tempat wisata yang sangat populer, menarik, dan seru untuk anda kunjungi. Langsung saja, berikut ini adalah wisata yang populer di Jakarta :

Tempat Wisata di Jakarta Yang Populer

TMII

Untuk tempat wisata Jakarta pertama adalah TMII. Siapa yang tidak tahu dengan yang namanya TMII. Ya, TMII atau yang memiliki nama Taman Mini Indonesia Indah ini merupakan salah satu wisata yang paling populer di Jakarta selain Dufan. Terletak di Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang mana tempat wisata yang satu ini merupakan taman wisata yang bertemakan budaya Indonesia.

Fasilitas yang ada di TMII, Snowbay TMII, Museum TMII, Garden Park TMII sendiri sudah tidak perlu dipertanyakan lagi, pasalnya taman wisata yang satu ini juga kerap mendapatkan gelar dan predikat yang sangat bagus untuk sebuah taman wisata. Apalagi tiket masuk TMII yang satu ini dibanderol dengan harga yang sangat murah atau sesuai dengan yang akan anda dapatkan di fasilitas Taman Mini Indonesia Indah nantinya.

Marina Jaya Ancol

Inilah pelabuhan yang menuju Pulau Seribu (Pulau Seribu) di Teluk Jakarta, sekaligus menjadi pusat rekreasi olahraga kelautan dan juga sebagai tempat wisata di Jakarta yang baik dan populer. Ini adalah pelabuhan khusus untuk yacht, motor dan kapal layar, dan pulau-pulau yang tersebar di Teluk Jakarta. Ini juga tempat rekreasi dan olah raga laut dimana masing-masing fasilitas tersedia; siklus air, kano, perahu layar, alat tangkap dan banyak lainnya. Kios-kios di sepanjang pantai menyajikan aneka minuman dan makanan ringan sementara tenda tersedia untuk berjemur dan pecinta laut.

Marina Ancol memiliki titik keberangkatan yang paling biasa, kapal-kapal cepat berangkat secara teratur untuk membawa kita menjauh dari kota ke pantai surga berpohon kelapa yang sejuk. Namun penyewaan kapal juga dimungkinkan bagi siapa saja dengan semangat yang lebih bertualang. Jet sky canoes, kapal berlayar yang berselancar angin dan ski air semuanya bisa ditemukan, bersama dengan segala jenis alat tangkap yang mungkin perlu kami sewa. Sejumlah kios di sepanjang pantai menyajikan minuman dan makanan ringan sementara tenda tersedia untuk berjemur dan pecinta laut.

Museum Maritim

Dan yang terakhir rekomendasi tempat wisata di Jakarta adalah Museum Maritim atau Museum Bahari. Museum Bahari terletak di Pasar Ikan, 1 Jakarta Utara. Awalnya bangunan ini dijadikan gudang untuk menyimpan rempah-rempah. Perusahaan Hindia Timur Belanda memulai konstruksi tahun 1652 dan berkembang di tahun-tahun berikutnya. Pada tahun 1976 tempat tersebut diserahkan ke pemerintah kota Jakarta dan persiapan mulai mengubahnya menjadi museum. Museum maritim ini dibuka secara resmi pada tanggal 7 Juli 1997. Tujuan museum ini adalah untuk berkomunikasi, memelihara, melindungi dan mengekspos tradisi maritim dan perikanan Indonesia. Berbagai kapal tradisional Indonesia dengan bentuk, peralatan dan hiasannya yang sangat spesifik mencerminkan warisan maritim standar tinggi. Terlepas dari alat peraga ini, ada juga miniatur kapal modern yang dipamerkan. Alat navigasi, jangkar, model rumah ringan, kanon antik dan banyak lagi barang merupakan bagian dari koleksi museum.

Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas wilayah 5,1 juta kilometer persegi. Dari jumlah tersebut, 3,1 juta sq. Km atau 60% adalah perairan. Kondisi geografis ini tentu saja mengandung berbagai macam budaya maritim. Mungkin benar ketika nanti ada sebuah puisi yang terkandung dalam nyanyian anak-anak Indonesia yang menuturkan leluhur kita ada pelaut. The Maritime Museum adalah satu-satunya di Indonesia yang menyajikan tema spesifik maritim. Bangunan yang digunakan untuk itu adalah bekas gudang untuk menyimpan rempah-rempah yang dulu dikenal sebagai Westzijdsche Pakhuizen. Pembangunannya dilakukan dalam tiga tahap; itu dimulai pada 1652 sampai 1774. Selama pendudukan Jepang (Perang Dunia II) gudang ini masih digunakan untuk menyimpan barang-barang milik Jepang untuk keperluan perang. Museum ini, yang diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada tahun 1977, kini memiliki sekitar 1670 koleksi dari berbagai aspek maritim, ditampilkan dalam bentuk warisan alam dan budaya.